PendidikanUncategorized

Proyek Rehap Gedung MIN 1 Pohuwato Diduga Tak Sesuai Spek

KABARGORONTALO.ID – Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Prasarana Sekolah milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di provinsi Gorontalo diduga dikerjakan asal jadi. Pasalnya, proyek tersebut menggunakan material berkualitas buruk dan bekas.

Menurut beberapa laporan dari beberapa orang tua siswa di sekolah tersebut. Cara belajar siswa sangat perihatin siswa dipaksa belajar diruangan yang belum jadi, dan lebih parahnya lagi terdapat beberapa siswa yang sedang belajar di emperan masjid area sekolah.

Menurut pengakuan Ketua Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP- KPK) Gorontalo Yanto Samarang, kondisi sekolah tersebut sangat memperhatinkan disaat siswa-siswi dipaksa mengikuti pelajaran di bulan ramadhan dengan sekolah belum siap ditempati.

“Yang lebih parah lagi pekerjaan pembangunan yang menggunakan anggaran 8 M sekian, tidak ada pengawas dari pihak pelaksana (Proyek), tetapi hanya diawasi oleh guru honorer yang di ditunjuk oleh kepala sekolah Ibu Hatima Babunga”, ujar Yanto Samarang.

Yanto mengatakan bahwa banyak yang tidak diganti oleh pihak sekolah hanya megunakan kayu bekas padahal dengan anggaran yang besar itu seharusnya di pergunakan sebaik mungkin untuk memperbaiki kondisi gedung sekolah yang mengalami kerusakan.

“Saya sampaikan kepada Kepala sekolah ibu Hatima Babunga agar bahan material yang bekas itu tidak boleh dipakai, sangat disayangkan kalau menggunakan material tak berkualitas, nanti struktur bangunannya cepat rusak,” kata yanto kepada awak media Jumat (29/5/2024).

“Saya heran saja kenapa dengan anggaran yang cukup besar itu untuk merehap sekolah tidak di pergunakan pada tempatnya. Adapun beberapa yang sempat direnovasi yaitu, hanya 1 kelas dan 1 dewan guru yg di rehap pake bajaringan, sementara 5 kelas yang di rehap hanya atapnya saja, dan kayunya masi tetap menggunakan kayu yg lama, yang sudah tidak layak dipakai lagi,”kata yanto kepada awak media.

Dengan adanya kasus seperti ini di harapkan sebagai masyarakat Paguat dan Dengilo, khususnya masyarakat Soginti. Orang tua siswa, mari kita sama-sama mengawal dan mengawasi pembangunan sekolah tersebut agar anak-anak kita bisa menimbah ilmu dengan layak dan nyaman.

Untuk diketahui, sesuai terterah di papan informasi, proyek di Madrasah Ibtidaiyah Negeri satu Pohuwato yang dikerjakan oleh PT. REMBIGA INDAH, sebagai kontraktor pelaksana dan PT. MAHAKARYA ABADI KONSULTAN sebagai konsultan pengawas. Total nilai kontrak sebesar Rp.25.664.257.600,00 yang bersumber dari DIPA, Tahun Anggaran 2023 dan 2024, murni dengan masa pengerjaan 395 hari kalender.

Hingga berita ini diterbitkan Yanto Samarang melakukan upaya upaya konfirmasi kepada pihak seperti kontraktor PT REMBIGA INDAH pelaksana dan pihak instasi terkait,yang nomor hanponenya di dapat dari pihak sekolah namun tidak ada respon dari pihak Kontraktor tersebut. (Sn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button